Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bulukumba Ikuti Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Sulsel, Bahas Tantangan Mobilitas Penduduk terhadap Data Pemilih

ZOOM Meeting

Keterangan Gambar : Ngabuburit pengawasan yang dilaksanakan Bawaslu Prov. Sulse. Senin (9/3/2026).

Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Tingginya mobilitas penduduk dinilai menjadi salah satu tantangan baru dalam pengawasan data pemilih menjelang Pemilu dan Pemilihan 2029. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Bawaslu Sulsel, Makassar, Senin (9/3/2026).

Kegiatan diskusi tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan serta komisioner Bawaslu kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, termasuk Bawaslu Kabupaten Bulukumba yang turut berpartisipasi dalam forum penguatan kapasitas pengawasan tersebut melalui zoom meeting.

Anggota Bawaslu Sulawesi Selatan Koordinator Divisi Hukum dan Diklat, Andarias Duma’, menyampaikan bahwa dinamika perpindahan penduduk yang cukup tinggi di sejumlah wilayah berpotensi memengaruhi akurasi data pemilih apabila tidak diantisipasi dengan baik oleh penyelenggara pemilu.

Menurutnya, fenomena mobilitas tenaga kerja antar daerah menjadi salah satu contoh nyata yang perlu mendapat perhatian serius dalam proses pengawasan pemutakhiran data pemilih.

“Pengawasan data pemilih ke depan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Misalnya di Toraja, ada ribuan warga yang saat ini sedang atau akan berangkat bekerja ke Morowali. Mobilitas seperti ini tentu akan berpengaruh pada akurasi data pemilih jika tidak diantisipasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dinamika sosial seperti migrasi tenaga kerja harus menjadi perhatian bersama bagi penyelenggara pemilu agar data pemilih yang dihasilkan benar-benar akurat dan mutakhir.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan Mardiana Rusli menegaskan bahwa pengawasan terhadap data pemilih tidak hanya berfokus pada prosedur administrasi, tetapi juga memastikan bahwa data tersebut benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat yang memiliki hak pilih.

“Yang diawasi oleh Bawaslu bukan semata-mata kerja KPU sebagai institusi, tetapi bagaimana pergerakan data pemilih itu sendiri, apakah akurat dan mutakhir sesuai kondisi warga yang memiliki hak pilih,” jelasnya.

Melalui kegiatan diskusi yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut, Bawaslu Sulsel berupaya memperkuat pemahaman internal lembaga terkait dinamika data pemilih serta meningkatkan kesiapan pengawasan menuju tahapan Pemilu dan Pemilihan mendatang.

Partisipasi Bawaslu Bulukumba dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan serta komitmen dalam meningkatkan kualitas pengawasan, khususnya dalam mengawal akurasi data pemilih sebagai salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. 

Penulis : Muh. Ashar