Kisah Inspiratif Bahtiar di Balik Program Jumat Maccakka Bawaslu Bulukumba
|
Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Pada Jumat pagi, 21 November 2025 halaman dan ruang-ruang kerja di Kantor Bawaslu Kabupaten Bulukumba tampak lebih hidup dari biasanya. Suara sapu yang bersentuhan dengan lantai, aroma pembersih ruangan, dan tawa ringan para staf menjadi penanda rutinitas Jumat Maccakka, sebuah program internal untuk membersihkan kantor sekaligus merawat budaya kerja yang rapi, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Di antara para staf yang bergerak lincah, ada satu sosok yang namanya selalu disebut ketika berbicara tentang kedisiplinan. Bahtiar, pria yang dikenal sederhana, ramah, dan tak pernah absen membawa energi positif dalam setiap aktivitas.
Dulu Pembuat Kopi, Kini Tenaga P3K
Hidup Bahtiar di Bawaslu Bulukumba dimulai dari pekerjaan yang tampak kecil, namun penting, pembuat kopi. Dari balik meja kecil di pojok ruangan, ia menyiapkan kopi dan teh untuk tamu, pimpinan, hingga para staf. Namun di balik itu, ia selalu menunjukkan lebih—membantu merapikan ruangan, membersihkan lingkungan kantor, hingga memastikan tamu merasa nyaman.
Ketekunannya tidak pernah luput dari perhatian. Dedikasinya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ritme kerja Bawaslu Bulukumba.
Kini, perjalanan itu membawanya pada babak baru. Bahtiar resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebuah posisi yang ia raih lewat kerja keras, karakter kuat, dan kedisiplinan yang ia bangun selama bertahun-tahun.
Bersinar di Jumat Maccakka
Program Jumat Maccakka seakan menjadi panggung paling nyata untuk memperlihatkan komitmen Bahtiar. Ia selalu datang lebih awal, mengambil alat kebersihan, dan memulai pekerjaan tanpa banyak bicara. Tidak ada tugas yang dianggapnya sepele. Baginya, kantor yang bersih adalah wajah lembaga dan bentuk penghormatan terhadap tempat ia mengabdi.
Rekan-rekannya sering menjadikan Bahtiar sebagai contoh. Ketika sebagian masih mencari sarung tangan atau masker, Bahtiar sudah memulai pekerjaannya. Ketika kegiatan selesai, ia tetap memastikan setiap sudut bersih sebelum beranjak.
“Yang penting kita kerja ikhlas. Kalau kantor bersih, kita juga kerja enak,” begitu komentar singkatnya, yang kerap membuat rekan-rekannya tersenyum.
Inspirasi Tentang Kesederhanaan dan Kerja Keras. Kisah Bahtiar bukan sekadar tentang perpindahan tugas dari pembuat kopi menjadi P3K. Lebih dari itu, ia adalah cerita tentang bagaimana ketekunan, kesungguhan, serta sikap rendah hati dapat membuka jalan naik bagi siapa saja.
Dalam kesibukan Bawaslu Bulukumba menjalankan tugas pengawasan pemilu, sosok seperti Bahtiar menjadi pengingat bahwa integritas tidak hanya hadir dalam ruang rapat atau dokumen kerja, melainkan juga dalam hal-hal sederhana: menjaga kebersihan, bekerja dengan sepenuh hati, dan tidak meninggalkan kewajiban sekecil apa pun.
Di tengah rutinitas Jumat Maccakka, Bahtiar berdiri sebagai ikon keteladanan membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah yang kecil, konsisten, dan dilakukan dengan niat baik.
Bawaslu Bulukumba tidak hanya bersih karena disapu pada hari Jumat, tetapi karena dijaga setiap hari oleh orang-orang yang bekerja dengan ketulusan—dan Bahtiar adalah salah satu yang terbaik di antara mereka.
Penulis : Muh. Ashar