Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bulukumba Siap Sukseskan P2P 2026, Tegaskan Komitmen Pengawasan Partisipatif Berbasis Kolaborasi

Daring

Keterangan Gambar : Bawaslu Bulukumba saat mengikuti rapat persiapan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan secara hybrid pada Rabu (22/04/2026).

Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu Kabupaten Bulukumba menyatakan kesiapan penuh dalam menyukseskan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang akan dilaksanakan serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kesiapan ini ditegaskan usai mengikuti Rapat Koordinasi yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan secara hybrid pada Rabu (22/04/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, bersama Anggota Saiful Jihad dan Andarias Duma’ tersebut menekankan pentingnya kerja kolektif seluruh jajaran dalam menyukseskan P2P sebagai program strategis penguatan demokrasi.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bawaslu Bulukumba langsung mengonsolidasikan langkah-langkah persiapan, mulai dari perencanaan teknis, rekrutmen peserta, hingga strategi publikasi yang masif dan adaptif, termasuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau pemilih muda.

Anggota Bawaslu Bulukumba, Awaluddin, menegaskan bahwa pihaknya siap mengoptimalkan pelaksanaan P2P sebagai ruang pembelajaran sekaligus gerakan kolektif masyarakat dalam mengawal demokrasi.

“Bawaslu Bulukumba siap berpartisipasi aktif dan memastikan pelaksanaan P2P 2026 berjalan maksimal. Kami tidak hanya fokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada bagaimana membangun kesadaran kritis masyarakat agar terlibat dalam pengawasan partisipatif secara berkelanjutan,” ujar Awaluddin.

Ia juga menambahkan bahwa pembentukan komunitas digital alumni P2P menjadi salah satu langkah strategis yang akan didorong di tingkat daerah.

“Melalui komunitas digital, para alumni P2P dapat terus terhubung, berbagi informasi, dan berkolaborasi dalam melakukan pengawasan partisipatif, sehingga dampak dari program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Program P2P sendiri dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Oktober 2026, dengan menyasar berbagai segmen masyarakat, mulai dari pemilih pemula, mahasiswa, komunitas, hingga alumni kader pengawas partisipatif.

Dengan kesiapan yang matang dan komitmen kuat, Bawaslu Bulukumba optimistis P2P 2026 tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi mampu melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang berintegritas dan berdaya guna dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di Kabupaten Bulukumba.

Penulis : Muh. Ashar