Perkuat Tata Kelola Arsip Digital, Bawaslu Bulukumba Gelar Simulasi Penggunaan Aplikasi SRIKANDI
|
Perkuat Tata Kelola Arsip Digital, Bawaslu Bulukumba Gelar Simulasi Penggunaan Aplikasi SRIKANDI
Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba terus memperkuat tata kelola administrasi dan kearsipan digital melalui pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan simulasi penggunaan aplikasi SRIKANDI yang digelar pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Media Centre Bawaslu Bulukumba.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Bulukumba dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, khususnya dalam mendukung tertib administrasi, keamanan dokumen, serta efektivitas pelayanan informasi kelembagaan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Bakri Abubakar, menyampaikan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan arsip merupakan langkah penting dalam meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas lembaga.
"Pengelolaan arsip merupakan bagian penting dalam mendukung kerja-kerja kelembagaan. Dengan adanya aplikasi SRIKANDI, kita dapat membangun sistem administrasi yang lebih tertata, transparan, dan efisien. Seluruh jajaran perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pelayanan dan dokumentasi kelembagaan semakin baik," kata Bakri.
Menurutnya, arsip memiliki peran strategis sebagai rekam jejak setiap aktivitas kelembagaan, termasuk dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Oleh karena itu, pengelolaan arsip yang baik menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas lembaga.
"Dokumen yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber informasi penting bagi lembaga, baik untuk kebutuhan internal maupun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik," tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, staf sekretariat Bawaslu Bulukumba, Rezki Utamy, memberikan simulasi langsung terkait penggunaan aplikasi SRIKANDI. Simulasi mencakup proses pengelolaan arsip digital, mulai dari pembuatan naskah dinas elektronik, penginputan dokumen, proses pengiriman, hingga penyimpanan arsip secara terintegrasi.
Rezki menjelaskan bahwa pemahaman terhadap penggunaan aplikasi SRIKANDI penting bagi seluruh jajaran sekretariat agar proses administrasi dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan sistem kearsipan digital yang diterapkan secara nasional.
"Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh jajaran dapat memahami alur kerja SRIKANDI dengan baik. Pengelolaan arsip secara digital tidak hanya mempermudah pencarian dokumen, tetapi juga memastikan dokumen kelembagaan tersimpan secara lebih tertib, aman, dan mudah diakses sesuai kewenangan," ujarnya.
Penulis : Muh. Ashar