Wais Alkarnain: Pelajar SMKN 3 Bulukumba yang Siap Mengawal Demokrasi
|
Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Semangat belajar dan kepedulian terhadap demokrasi terus tumbuh di kalangan generasi muda Kabupaten Bulukumba. Salah satunya ditunjukkan oleh Wais Alkarnain, siswa SMKN 3 Bulukumba yang turut menjadi peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Bawaslu Bulukumba Tahun 2026.
Bagi Wais, mengikuti P2P bukan sekadar menambah pengalaman organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran baru untuk memahami pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui proses pembelajaran mandiri yang dijalani, ia mengaku mendapatkan banyak wawasan tentang kepemiluan, pengawasan, hingga pentingnya peran generasi muda dalam mencegah pelanggaran pemilu.
“Awalnya saya hanya ingin menambah pengetahuan tentang kepemiluan. Tetapi setelah mengikuti pembelajaran mandiri P2P, saya mulai memahami bahwa demokrasi yang baik membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pelajar dan pemilih pemula,” ungkap Wais. Rabu, 13 Mei 2026.
Ia juga mengaku materi pembelajaran mandiri membuat dirinya lebih kritis dalam melihat proses demokrasi di lingkungan sekitar. Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut terlibat aktif dalam menjaga nilai kejujuran dan keadilan pemilu.
“P2P memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya belajar bahwa pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tanggung jawab bersama sebagai warga negara,” tambahnya.
Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Wais tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran mandiri dengan penuh semangat. Baginya, keterlibatan dalam P2P menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran demokrasi sejak usia muda sekaligus menginspirasi teman-teman sebaya agar lebih peduli terhadap proses pemilu yang bersih dan berintegritas.
Keikutsertaan Wais Alkarnain menjadi gambaran bahwa generasi muda Bulukumba memiliki potensi besar menjadi pelopor pengawasan partisipatif. Dengan semangat belajar dan kepedulian yang tumbuh sejak dini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi yang kuat.
Penulis : Muh. Ashar