Evaluasi Kerja Kehumasan, Bawaslu Bulukumba Perkuat Strategi Publikasi dan Kepercayaan Publik
|
Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba melaksanakan kegiatan pengelolaan kehumasan pada Kamis (30/04/2026) di Kantor Bawaslu Bulukumba. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan penguatan strategi komunikasi publik lembaga berdasarkan capaian kinerja periode Januari hingga April 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas kehumasan Bawaslu Bulukumba menunjukkan kinerja yang cukup aktif di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Threads, dengan total masing-masing 154 konten. Sementara itu, konten pada platform berbasis video seperti TikTok dan YouTube masih tergolong rendah, masing-masing 22 dan 17 konten. Selain itu, publikasi melalui website tercatat sebanyak 48 berita, sedangkan eksposur melalui media eksternal mencapai 108 pemberitaan.
Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, dalam keterangannya menegaskan bahwa evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pengelolaan kehumasan ke depan.
“Dari hasil evaluasi ini, kita melihat bahwa kehumasan Bawaslu Bulukumba telah menunjukkan kinerja yang cukup baik, terutama dalam menjangkau publik melalui media sosial dan media eksternal. Namun, kita juga menyadari masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti konsistensi publikasi dan penguatan konten video agar informasi yang disampaikan semakin menarik dan mudah diakses masyarakat,” ujar Bakri.
Ia menambahkan, optimalisasi website sebagai pusat informasi resmi juga menjadi perhatian penting dalam rangka memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi publik.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Bulukumba, Awaluddin, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam mendukung efektivitas kehumasan lembaga.
“Kita melihat eksposur pemberitaan di media eksternal sudah cukup tinggi, ini menjadi kekuatan yang harus terus dijaga. Ke depan, kita perlu mendorong pengembangan konten yang lebih variatif, khususnya berbasis video di TikTok dan YouTube, serta menjaga konsistensi publikasi agar tidak terjadi fluktuasi seperti yang terlihat pada Februari hingga Maret,” jelas Awaluddin.
Menurutnya, pengelolaan kehumasan tidak hanya sebatas publikasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun citra lembaga dan menjaga kepercayaan publik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah strategis ke depan, termasuk memperkuat kolaborasi dengan media eksternal, meningkatkan kualitas konten, serta memastikan keberlanjutan informasi yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat.
Penulis : Muh. Ashar