Lompat ke isi utama

Berita

Kader Pengawas Partisipatif Sambangi Bawaslu Bulukumba, Awaluddin Dorong Pengawasan Berkelanjutan di Ruang Digital

P2P

Keterangan Gambar : Kunjungan Kader Pengawas Partisipatif Kabupaten Bulukumba ke Kantor Bawaslu Bulukumba, Rabu (24/6/2026).

Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum  — Upaya memperkuat pengawasan partisipatif terus didorong Bawaslu Bulukumba. Salah satunya melalui kunjungan Kader Pengawas Partisipatif Kabupaten Bulukumba ke Kantor Bawaslu Bulukumba, Rabu (24/6/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara kader pengawas partisipatif dengan Bawaslu, sekaligus menegaskan pentingnya peran kader dalam mengawal demokrasi, baik pada masa tahapan maupun non tahapan Pemilu.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Bawaslu Bulukumba, Awaluddin, menekankan bahwa kader P2P (Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif) memiliki posisi strategis sebagai perpanjangan tangan pengawasan di tengah masyarakat. Menurutnya, kader tidak hanya dibutuhkan ketika tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non tahapan sebagai bagian dari penguatan literasi demokrasi dan budaya pengawasan partisipatif.

“Peran kader P2P ini sangat penting, bukan hanya saat tahapan Pemilu, tetapi juga di masa non tahapan. Kader harus tetap hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan partisipatif,” ujar Awaluddin.

Ia menegaskan, Bawaslu Bulukumba membuka ruang seluas-luasnya bagi kader pengawas partisipatif untuk terlibat aktif dan berkolaborasi dalam berbagai agenda kelembagaan. Keterlibatan tersebut, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan semata, melainkan berlanjut dalam bentuk kerja-kerja pengawasan yang nyata di masyarakat.

“Bawaslu Bulukumba terbuka bagi kader P2P untuk terlibat aktif dan berkolaborasi. Kami ingin kader pengawas partisipatif menjadi mitra strategis Bawaslu dalam membangun gerakan pengawasan yang lebih kuat, lebih dekat dengan masyarakat, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Selain penguatan kolaborasi, Awaluddin juga menyoroti pentingnya pemanfaatan komunitas berbasis digital sebagai sarana memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. Menurut dia, perkembangan teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, meningkatkan kesadaran publik, serta memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saat ini ruang digital menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, komunitas yang berbasis digital perlu dimanfaatkan sebagai medium edukasi dan pengawasan partisipatif. Ini peluang besar untuk menjangkau lebih banyak orang, terutama anak muda, agar terlibat dalam pengawasan demokrasi,” jelasnya.

Lebih jauh, Awaluddin mengingatkan agar kegiatan P2P tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus memiliki tindak lanjut yang terukur dan berkesinambungan. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar kader tetap aktif, produktif, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi penguatan pengawasan Pemilu di daerah.

“Yang paling penting adalah ada tindak lanjut dari setiap kegiatan P2P. Jangan sampai berhenti di satu momentum saja. Kader harus terus dibina, diberdayakan, dan dilibatkan agar gerakan pengawasan partisipatif ini tetap hidup dan memberi dampak nyata di masyarakat,” tegas Awaluddin.

Kunjungan kader pengawas partisipatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Bulukumba untuk terus memperluas basis pengawasan partisipatif di daerah. Melalui sinergi antara lembaga pengawas dan kader di lapangan, Bawaslu berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengawal proses demokrasi dapat terus tumbuh.

Penulis : Muh. Ashar/ Foto : Dandi