Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Harkitnas 2026, Bakri : Menjaga Demokrasi Adalah Bagian dari Menjaga Kedaulatan Negara

P2P

Keterangan Gambar : Ketua Bawaslu Bulukumba Bakri Abubakar saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang dilaksanakan di halaman Kantor Bawaslu Bulukumba, Rabu (20/5/2026).

Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Bulukumba Bakri Abubakar mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu untuk menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 sebagai penguat semangat pengabdian dalam menjaga demokrasi yang bermartabat. Hal tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang dilaksanakan di halaman Kantor Bawaslu Bulukumba, Rabu (20/5/2026).

Dalam amanatnya, Bakri Abubakar menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai upaya bersama untuk menjaga persatuan, meningkatkan kesadaran demokrasi, serta memperkuat integritas dalam penyelenggaraan pemilu. Ia menyampaikan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjaga kedaulatan informasi dan kualitas demokrasi di era digital.

Mengutip sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga generasi muda dan memperkuat literasi digital di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Bakri Abubakar mengatakan, semangat tersebut sangat relevan dengan tugas dan fungsi penyelenggara pemilu, khususnya dalam membangun pengawasan partisipatif dan menciptakan ruang demokrasi yang sehat. Menurutnya, pengawas pemilu memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses demokrasi berjalan jujur, adil, transparan, serta bebas dari hoaks, politik uang, dan penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan masyarakat.

“Semangat Kebangkitan Nasional harus menjadi energi bagi seluruh jajaran pengawas pemilu untuk terus meningkatkan profesionalitas, menjaga integritas, dan memperkuat pengawasan partisipatif bersama masyarakat,” ujar Bakri.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, masyarakat, pemuda, dan komunitas digital dalam menjaga kualitas demokrasi menjelang tahapan Pemilu 2029. Menurutnya, kebangkitan bangsa dapat dimulai dari kesadaran kolektif untuk aktif mengawasi serta menjaga nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital disebutkan bahwa Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Semangat tersebut, kata Bakri, harus diterjemahkan oleh penyelenggara pemilu melalui penguatan literasi demokrasi dan pemanfaatan teknologi digital secara positif dalam pengawasan pemilu.

Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di lingkungan Bawaslu Bulukumba berlangsung khidmat dan diikuti oleh pimpinan serta seluruh jajaran sekretariat. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa menjaga demokrasi merupakan bagian dari menjaga kedaulatan negara dan masa depan bangsa.

Penulis : Muh. Ashar/ Fhoto : Debo