Peserta P2P Bawaslu Bulukumba Bentuk Komunitas GEMPUR 26 untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Bulukumba yang berlangsung di Ruang Kahayya Gedung Pinisi, Rabu 20 Mei 2026, tidak hanya menjadi ruang diskusi dan penguatan kapasitas peserta, tetapi juga melahirkan rencana tindak lanjut (RTL) berupa pembentukan komunitas pengawasan partisipatif bernama GEMPUR 26 (Gerakan Pemuda Peduli Demokrasi).
Pembentukan komunitas tersebut disepakati oleh seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi dan mengawal proses kepemiluan secara partisipatif di Kabupaten Bulukumba. Nama “26” dipilih sebagai akronim dari tahun 2026 yang menjadi momentum lahirnya gerakan tersebut.
Dalam musyawarah peserta, Wahyudi dipercaya sebagai Ketua GEMPUR 26, sementara Revana dari Algazali ditunjuk sebagai Sekretaris komunitas. Keduanya diharapkan mampu menjadi motor penggerak kolaborasi pemuda dalam membangun kesadaran demokrasi yang sehat, inklusif, dan berintegritas.
Ketua terpilih, Wahyudi, menyampaikan bahwa GEMPUR 26 akan menjadi wadah kolaboratif bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, serta pencegahan pelanggaran pemilu di tengah masyarakat.
“Melalui GEMPUR 26, kami ingin menghadirkan ruang gerakan anak muda yang peduli terhadap demokrasi dan siap menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Revana menambahkan bahwa komunitas tersebut juga akan fokus membangun literasi digital dan pengawasan partisipatif berbasis media sosial agar masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya menjaga integritas pemilu.
Terbentuknya GEMPUR 26 menjadi salah satu hasil konkret dari pelaksanaan P2P Bawaslu Bulukumba tahun 2026. Melalui komunitas ini, diharapkan semangat pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh dan melibatkan lebih banyak pemuda dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Penulis : Muh. Ashar/ Foto : Debo