Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bulukumba dan IPM Teken MoU, Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Politik Pemilih Pemula

ipm

Keterangan Gambar : Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar dan Ketua PD IPM Bulukumba foto bersama setalah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula di Ballroom Kahayya Gedung Pinisi Bulukumba, Jumat (21/8/2026).

Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum  — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba dan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Bulukumba resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula di Ballroom Kahayya Gedung Pinisi Bulukumba, Jumat (21/8/2026).

MoU tersebut ditandatangani Ketua Bawaslu Kabupaten Bulukumba Bakri Abubakar dan Ketua Umum Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Bulukumba Nursan Haryanto. Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak dalam melaksanakan pendidikan politik dan penguatan pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula.

Melalui kesepahaman tersebut, Bawaslu Bulukumba dan IPM berkomitmen meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemilih pemula mengenai demokrasi dan kepemiluan, sekaligus mendorong kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong pemilih pemula agar berpartisipasi secara aktif, kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Selain itu, pemilih pemula diharapkan memiliki kesadaran untuk mencegah politik uang, politisasi SARA, ujaran kebencian, serta penyebaran disinformasi atau hoaks.

Perkuat Pendidikan Politik bagi Pelajar

Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, mengatakan kerja sama dengan IPM menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan politik dan pengawasan partisipatif, khususnya di kalangan pelajar dan pemilih pemula.

Menurut Bakri, pemilih pemula perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai demokrasi, kepemiluan, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

“Kerja sama ini menjadi langkah bersama untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula sekaligus mendorong mereka mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif. Pemilih pemula harus memiliki pengetahuan dan kesadaran agar dapat menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Bakri.

Ia menambahkan, keterlibatan pelajar dalam pendidikan demokrasi juga penting untuk membangun generasi muda yang memiliki budaya politik demokratis dan berintegritas.

IPM Siap Ambil Peran

Ketua Umum Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Bulukumba, Nursan Haryanto, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Bawaslu menjadi ruang bagi IPM untuk turut berkontribusi dalam memberikan edukasi politik kepada pelajar dan pemilih pemula.

“IPM memiliki ruang yang sangat dekat dengan pelajar dan generasi muda. Karena itu, kerja sama ini menjadi kesempatan untuk bersama-sama memberikan pemahaman tentang demokrasi, kepemiluan, sekaligus mendorong pelajar menjadi bagian dari pengawasan partisipatif,” kata Nursan.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat diterjemahkan dalam kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar secara aktif.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup pendidikan politik dan pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula, peningkatan literasi kepemiluan bagi pelajar, penguatan pemahaman mengenai hak dan kewajiban pemilih, serta pengenalan tugas, fungsi, dan kewenangan penyelenggara Pemilu.

Kerja sama juga mencakup penyelenggaraan seminar, diskusi, pelatihan, lokakarya, Bawaslu Mengajar, sekolah demokrasi, kelas kepemiluan, dan kegiatan edukatif lainnya.

Selain itu, kedua pihak membuka ruang untuk mengembangkan kader atau komunitas pelajar sebagai agen edukasi demokrasi dan pengawasan partisipatif.

Penulis : Muh. Ashar/ Foto : Dandi