Inovasi Pengawasan PDPB, Bawaslu Bulukumba Buka Layanan Cek Data Pemilih Pemula
|
Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Bagi sebagian pemilih pemula, memastikan namanya tercatat sebagai pemilih mungkin terdengar sederhana. Namun, dari langkah sederhana itulah kualitas data pemilih dapat dijaga.
Kesempatan tersebut diberikan Bawaslu Kabupaten Bulukumba kepada peserta Seminar Pendidikan yang digelar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bulukumba di Gedung Pinisi, Jumat (21/8/2026).
Di sela kegiatan seminar, Bawaslu Bulukumba membuka layanan aduan sekaligus pengecekan data pemilih bagi pemilih pemula. Layanan ini menjadi bagian dari inovasi pencegahan dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Peserta seminar tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengawasan partisipatif. Mereka juga dapat secara langsung memastikan status data dirinya serta menyampaikan aduan apabila menemukan ketidaksesuaian.
Staf Bawaslu Bulukumba, Anugrah Rachmat, mengatakan layanan tersebut merupakan upaya Bawaslu mendekatkan akses pengawasan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menggunakan hak pilihnya.
“Kami ingin memastikan pemilih pemula tidak hanya memahami pentingnya menggunakan hak pilih, tetapi juga mengetahui apakah dirinya sudah terdata sebagai pemilih. Melalui layanan ini, mereka dapat melakukan pengecekan sekaligus menyampaikan aduan apabila menemukan ketidaksesuaian data,” ujar Anugrah Rachmat.
Menurut Anugrah, keterlibatan pemilih pemula penting dalam menjaga kualitas data pemilih. Masyarakat dapat ikut mengawasi dengan memberikan informasi apabila menemukan persoalan, seperti belum terdaftar sebagai pemilih atau adanya perubahan kondisi yang perlu diperbarui.
Bagi Bawaslu, ruang-ruang pendidikan dan kegiatan kepemudaan tidak hanya menjadi tempat menyampaikan pengetahuan kepemiluan. Ruang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengawasan secara langsung dan lebih dekat dengan masyarakat.
Karena itu, layanan cek data pemilih di sela seminar menjadi bagian dari pendekatan pencegahan yang dilakukan Bawaslu Bulukumba. Edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan memberikan ruang kepada peserta untuk terlibat langsung dalam pengawasan.
“Pengawasan data pemilih tidak hanya menjadi tugas penyelenggara. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan memastikan data dirinya benar dan melaporkan jika menemukan persoalan. Semakin banyak masyarakat yang peduli, semakin kuat pula upaya menjaga kualitas data pemilih,” kata Anugrah.
Langkah tersebut sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda bahwa pengawasan pemilu dapat dimulai dari hal yang paling dekat dengan diri sendiri: memastikan data sebagai pemilih tercatat dengan benar.
Melalui inovasi pencegahan ini, Bawaslu Bulukumba mendorong pemilih pemula tidak sekadar menjadi pihak yang menggunakan hak pilih, tetapi juga mengambil bagian dalam memastikan hak pilih setiap warga negara terlindungi.
Penulis : Muh. Ashar/ Foto : Dandi