Menjadi Pengawas yang BerAKHLAK: Cerita dari Seminar Aktualisasi Latsar CPNS Bawaslu Bulukumba
|
Bulukumba, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Pagi hari pada Selasa, 9 Desember 2025 saat cahaya pagi masih menembus jendela Aula Bawaslu Bulukumba ketika para peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS mulai berdatangan. Mereka membawa map, laptop, dan segudang antusiasme. Hari itu berbeda lebih dari sekadar rutinitas kelas karena setiap peserta akan memaparkan buah pemikiran sekaligus perjalanan mereka selama mengikuti Latsar dalam Seminar Aktualisasi Latsar CPNS Bawaslu Bulukumba.
Suasana ruang seminar terasa hangat namun penuh ketegangan kecil. Setiap peserta sadar bahwa ini bukan hanya presentasi, tetapi panggung yang akan menunjukkan kesiapan mereka menjadi bagian penting dari lembaga pengawas pemilu. Di hadapan para mentor yang berlangsung secara daring, mereka memaparkan inovasi, analisis, hingga pengalaman yang mereka terapkan selama masa aktualisasi.
Di antara peserta yang tampil, Anugrah Rachmat menjadi salah satu yang mencuri perhatian lewat pemaparannya tentang penguatan literasi pengawasan di lingkungan internal Bawaslu. Setelah sesi presentasi, Anugrah berbagi pengalamannya mengikuti proses aktualisasi yang menurutnya lebih dari sekadar kewajiban.
“Aktualisasi ini seperti perjalanan pembentukan diri,” ujar Anugrah. “Kami tidak hanya belajar konsep BerAKHLAK, tetapi benar-benar merasakannya dalam situasi kerja. Rasanya bangga ketika setiap ide kecil bisa berkontribusi bagi penguatan pengawasan pemilu di Bawaslu Bulukumba.”
Ia menuturkan bahwa Latsar ini membuka matanya tentang pentingnya ketelitian, integritas, dan kemampuan mengambil keputusan cepat dalam konteks pemilu yang dinamis. Menurutnya, pengalaman praktik yang dijalani selama aktualisasi menjadi modal penting untuk menjalankan tugas sebagai ASN pengawas.
Di sela kegiatan, para penguji dan pembimbing memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Mereka menilai, kreativitas dan kedisiplinan para CPNS menjadi tanda positif bagi masa depan kelembagaan Bawaslu, khususnya menjelang tahun-tahun pemilu yang semakin kompleks.
Seiring siang yang bergulir, seminar itu berubah menjadi ruang refleksi. Tidak hanya menilai kinerja, tetapi juga menguatkan identitas baru para CPNS sebagai garda terdepan pengawasan pemilu di tingkat kabupaten. Bagi Anugrah dan rekan-rekannya, hari itu menjadi tonggak penting sebuah langkah awal menuju pengabdian yang lebih besar bagi demokrasi.
Ketika kegiatan berakhir, senyum para peserta tampak tulus, lelah tampaknya tergeser oleh rasa yakin bahwa mereka kini membawa nilai-nilai baru yang akan membimbing perjalanan mereka sebagai ASN Bawaslu Bulukumba.
Penulis : Muh. Ashar